BELASAN nelayan asal Bali yang melakukan aksi heroik dalam mengevakuasi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam tiba di Pelabuhan ASDP Ketapang Jumat (18/7) sore. Kedatangan mereka disambut dengan apresiasi dan santunan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan kemanusiaan mereka.
Santunan ini diberikan langsung oleh anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Tak hanya santunan, para nelayan ini juga diusulkan untuk menjadi bagian dari tim penyelamat resmi dalam operasi SAR. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan kekagumannya. “Mereka berhasil mengevakuasi 26 penumpang kapal, dengan 17 di antaranya selamat. Ini adalah prestasi luar biasa, terutama dalam membantu tim yang bekerja dalam operasi SAR,” ujar Bambang.
Dia menambahkan, kecepatan respons para nelayan ini sangat patut dicontoh. “Ini bukti mereka bisa bergerak dengan cepat. Hampir 90 persen penumpang diselamatkan nelayan,” imbuhnya. Oleh karena itu, Bambang mengusulkan agar para nelayan ini difasilitasi untuk menjadi anggota tim penyelamatan, khususnya dalam penanganan kecelakaan laut.
Sebagai bentuk apresiasi pribadi, Bambang memberikan santunan bervariasi mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp10 juta per orang. “Saya harapkan ini menjadi semangat mereka untuk terus aktif dalam penyelamatan. Mereka sebenarnya tidak meminta imbalan. Mereka merasa ini tugas mereka semua,” tegas Bambang,
Salah seorang nelayan, Lukman Hakim (42), asal Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kabupaten Jembrana, menceritakan kembali detik-detik menegangkan malam itu. Saat sedang memancing ikan sekitar pukul 03.30 WITA, di tengah ombak tinggi dan angin kencang, ia sayup-sayup mendengar suara minta tolong.”Saya sempat tidak yakin itu orang, takutnya hantu. Tapi setelah senter di kepala saya menyorot, kelihatan orangnya. Suara gemuruh ombak keras sekali,” kenang Lukman.
Dia kemudian berhasil mendekat dan menemukan seorang pria mengapung tanpa pelampung, lalu segera menolongnya. Setelah itu, Lukman kembali menemukan lima orang penumpang lain yang menggunakan pelampung. Karena kapasitas kapalnya terbatas, Lukman kembali ke pinggir dan memanggil rekan-rekan nelayan lainnya untuk membantu mengevakuasi penumpang yang tersisa. “Saya menemukan lima orang lagi, yang satu meninggal. Masih ada banyak penumpang tapi saya tidak mampu, akhirnya dibantu teman nelayan yang lain,” imbuhnya
Nelayan penyelamat lainnya, Saifulloh (53), merespons positif apresiasi yang diberikan. Sebelumnya, ia juga telah menerima penghargaan dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. “Saya menemukan korban di satu sekoci, tapi tidak pakai pelampung. Sekitar setengah 7 pagi, setelah itu saya bawa ke pinggir pantai,” tutupnya.











